Organisasi Berbasis Kedaerahan

Selasa, 21 Agustus 2012

Mahasiswa UIN Alauddin MKS

Manusia sebagai makluk sosial tidak bisa memisahkan diri dari manusia lain. Apabila manusia hidup sendiri maka dia akan merasa takut atau tidak dapat memenuhi kebutuhannya, dengan demikian maka manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain yang disebut dengan social animal. Tumbuh dan kembang naluri manusia untuk hidup bersama didasarkan atas kehendak dan kepentingan yang tidak terbatas. Menurut Plato, masyarakat ialah “merupakan refleksi dari manusia perorangan”. Suatu masyarakat akan mengalami keguncangan sebagaimana halnya manusia perorangan yang terganggu keseimbangan jiwanya yang terdiri dari tiga unsur yaitu nafsu, semangat dan intelegensia. Dalam menjalani hidupnya manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan, seperti kebutuhan biologis, kebutuhan sosial, kebutuhan cita – cita dan lain-lain. Disamping itu manusia juga mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, namun secara psikologi keinginan manusia tak terhingga dan tidak dapat terpenuhi. Ketika kebutuhan pertama telah terpenuhi maka manusia masih mempunyai kebutuhan yang lain dan seterusnya, sehingga dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut setiap individu akan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat (life of society) atau kehidupan berkelompok (life of group).
Dari uraian diatas memperlihatkan bahwa manusia tidak dapat terlepas dari kehidupan bermasyarakat, sehingga membentuk kelompok sosial atau organisasi sosial. Keterlibatan seseorang dalam organisasi sosial diakibatkan karena faktor kepentingan, kesadaran keinginan untuk merubah realitas sosial menjadi lebih baik, dan lain – lain.
Organisasi berbasis kedaerahan atau bisa juga disebut dengan organisasi kultur merupakan salah satu bentuk dari organisasi sosial, yang dibentuk untuk mencerdaskan kader, meneropong, mengembangkan, dan merubah daerah menuju ke arah yang lebih baik. Organisasi ini dibentuk atas dasar ego kultur, intelegensi, dan kesamaan budaya. Merupakan suatu keniscayaan bahwa daerah merupakan hal terpenting dalam hidup, karena dari sanalah kita berasal dan dari sanalah suatu saat kita akan kembali. Sehingga lahirnya organisasi kultur ini harus disambut baik oleh semua kalangan selama masih melihat daerah sebagai titik utama serta tidak melanggar norma-norma dan hukum yang telah ada dalam masyarakat.
Untuk menjawab tuntutan kehidupan saat ini, organisasi kultur saharusnya mempersiapkan kader yang cerdas dan berwawasan luas serta lebih melihat daerah sebagai objek kajian, yang meliputi bagian internal dan external. Bagian internal adalah segala yang dimilki daerah dan external adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi internal kedaerahan. Suatu problem yang merupakan manifestasi social problem adalah kepincangan-kepincangan dalam kehidupan sosial kemasyarakat yang bisa dirubah atau dihilangkan.
Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah masalah pendidikan Multikulturalisme, karena dengan pemahaman ini kita akan lebih saling menghargai perbedaan yang ada, baik itu perbedaan agama, ideology, organisasi, kultur, dan lain sebagainya. Mengutip pendapat Samuel P. Huntington dalam tesisnya bahwa “benturan yang terjadi di dunia ini berupa benturan peradaban / budaya”. Pendapat yang dikemukan oleh Huntington telah terbukti dan telah terjadi di mana – mana baik itu di dalam Negri ini maupun terjadi di luar Negri, konflik SARA ini sering dijadikan sebagai dalih kebenaran, padahal konflik ini bukan bentuk dari konflik SARA tapi konflik kekuasaan yang dimanfaatkan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kita harus jeli dan dapat menafsirkan realitas dengan baik agar tidak terjebak dalam ilusi yang sedang dimainkan.
Share this article :

 
Copyright © 2009. FOSMA MALRA KEP - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
Upaya menguak Magnum Opus Mahasiswa Kritis Humanis dalam kancah berfikir Sistematis, merupakan sebuah upaya perebutan Tonggak peradapan dunia | Belajar untuk mengetahui dan menghayati | Beranjak dari kesederhanaan menuju pada puncak eksistensi yang sempurna | akan diadakan kajian (Pul Up Materi Pengkaderan) "Kemahasiswaan", pada Tanggal 25 November 2012